In Memoriam

Alm. Bapak Munir Siradj dan Almh. Ibu Lily Zakiyah Perintis TPA Ikhlasul Machfudz


Taman Pendidikan Al-Qur’an Ikhlasul Machfudz (TPA-IM) pertama kali berdiri pada tanggal 6 Juni 2006 tepatnya di Lenteng Agung RT. 006 RW. 02, Jakarta Selatan. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) ini awalnya bernama TPA Al-Ikhlas, kemudian berganti nama setelah 6 bulan kegiatan belajar mengajar menjadi TPA. Ikhlasul Machfudz.

Taman Pendidikan Al-Qur’an Ikhlasul Machfudz didirikan oleh Almh. Ibu Lily Zakiyah dan Alm. Bapak Munir Siradj bersama warga RT. 006 RW. 02. Beberapa perintis awal adalah Ibu Teti Sumiati, Ibu Manirah (Rah), Ibu Iin Wijayanti, S.Pd., dan Ibu Irna Damayanti, S.Pd.

    Keberadaan TPA-IM ini disebabkan karena beberapa faktor antara lain:

  • Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di kalangan anak-anak.
  • Masih terbatasnya lembaga pendidikan keagamaan di RT. 006 RW. 02.
  • Adanya dorongan dari warga untuk hadirnya Taman Pendidikan Al-Qur’an di lingkungan mereka.
  • Adanya sumber daya seperti lahan pribadi yang diperkenankan menjadi sarana belajar mengajar.

Saat memulai awal kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an Ikhlasul Machfudz, ada sekitar 20 murid yang mendaftar. Kegiatan belajar mengajar awalnya dimulai pada sore hari. Seiring berjalannya waktu dan kepercayaan masyarakat, jumlah murid semakin bertambah sehingga pengurus TPA-IM menyusun waktu pembelajaraan dan menambah tingkatan kelas mereka.

Kelas
Kelas A1 (Usia 4 – 6 tahun)
Kelas A2 (Usia 7 – 8 tahun)
Kelas B   (Usia 9 – 14 tahun)

Seiring berjalannya waktu jumlah murid semakin banyak dan banyaknya orang tua yang meminta dibukanya kelas pagi. Dengan banyak pertimbangan maka dibukalah kelas tersebut :

Kelas
A1 (pagi)
A2 (pagi)
B (pagi)
A1 (sore)
A2 (sore)
B1 (sore)
B2 (sore)
Murid SMP & SMA (Ba’da Maghrib)

Adapun jumlah murid di Taman Pendidikan Al-Qur’an Ikhlasul Machfudz di tahun 2020 adalah 180 murid pada kelas pagi dan sore.

Selain itu, terdapat pula Sekolah Perempuan. Sekolah Perempuan ini merupakan salah satu model pemberdayaan perempuan di kalangan TPA-IM. Didirikan oleh Dr. Renny Nurhasana pada 23 Agustus 2014, Ibu Renny seorang Ibu Rumah Tangga dengan 3 anak yang berkesempatan bersekolah hingga jenjang Program Doktor (S3), visi beliau membuat sekolah perempuan agar perempuan selalu bergerak, bermanfaat, dan berbagi pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya. Anggota sekolah perempuan ini adalah para ibu wali murid TPA-IM. Mereka belajar pengetahuan baru setiap seminggu sekali sembari menunggu anaknya bersekolah di TPA-IM, diawali dahulu dengan pengajian.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam sekolah perempuan antara lain:

  • Cooking class “Okonomiyaki” bersama tamu dari Jepang Hirata San.
  • Cooking class “Brownis Lumer” bersama Ibu Sari
  • Cooking class “Kimchi”
  • Cooking class “Pempek, Seblak, Ikan Bakar”
  • Cooking class “Pisang Ijo dan Bolu Pisang”
  • Keterampilan Decoupage bersama Ibu Vikka Zora
  • Keterampilan Membuat Taplak Sulam Melati bersama Ibu Tri Putri
  • Keterampilan Merajut
  • Keterampilan Potong Rambut
  • Keterampilan Rebana
  • Tutorial Hijab
  • Literasi Keuangan Keluarga oleh Kaukabus Syarqiyah CFP
  • Literasi Kesehatan Keluarga oleh dr. Andike Catur Wulansari
  • Literasi Parenting dan Manajemen Konflik dalam Keluarga oleh Dilfa Juniar, Ph.D
  • Literasi Teknologi dan Bahaya Internet pada Gawai oleh Ibu R. Milda D.
  • Bazar Murah
  • Bank Sampah dan Lukisan Daur Ulang Pot Tanaman
  • Apotek Hidup
  • Pengajian Kamis Pagi
  • Khataman Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan

Di tahun 2014 dibentuk juga Tim Marawis karena adanya antusiasme dari para murid. Mereka latihan seminggu sekali dilatih oleh Kak Eka Barkatulloh sekali dalam satu minggunya. Tahun 2016, tepatnya pada Milad TPA-IM yang ke-10 terbentuk pula Tim Rebana yang beranggotakan para murid perempuan TPA-IM.